ads

Sungai Siak



Sungai Siak terletak di Provinsi Riau yang secara administratif berada di lima wilayah kabupaten atau kota yaitu : Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis. Sungai Siak merupakan sungai terdalam di Indonesia dengan kedalaman mencapai 20-30 meter dan lebar mencapai 100-150 meter sehingga mampu dilayari kapal-kapal besar seperti kapal tanker, kargo maupun speedboat (Pemerintah Provinsi Riau. 2006).  

Bagian hulu dari Sungai Siak berasal dari dua sungai yaitu Sungai Tapung Kanan dan Sungai Tapung Kiri, kedua sungai ini menyatu di daerah Palas Kabupaten Kampar. Setelah melewati Kota Pekanbaru dan Kecamatan Perawang Kabupaten Siak maka DAS Siak mencapai hilirnya di Siak Sri Indrapura dan bermuara di Tanjung Belit – Sungai Apit Kabupaten Siak (Departemen PU, 2005). Kondisi Sungai Siak terancam rusak sekarang ini, bukan hanya hilangnya habitat alam sungai berupa bermacam ikan khas Riau akibat menurunnya kualitas air, tetapi juga dikarenakan runtuhnya tebing sungai karena abrasi (Departemen PU, 2005).

Daerah Aliran Sungai Siak secara keseluruhan berada pada wilyah Provinsi Riau. Dengan letek demikian Daerah Aliran Sungai Siak dikategorikan sebagai DAS regional; secara administratif, terletak pada lima daerah Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis; dan di susun oleh beberapa sub DAS yakni Tapung Kanan, Tapung Kiri, Mandau dan Siak.

KABUPATEN SIAK

Secara fisik Sungai Siak memiliki panjang lebih kurang 300 km, memiliki kedalaman antara 7-14 m dan debit air pada tahun berkisar 110-423 m3/detik serta memiliki bentuk tampang melintang dengan bibir tebing yang curam. Kualitas parameter fisika air berupa suhu, daya hantar listrik (DHL), kekeruhan dan bahan padat tersuspensi di Sungai Siak masih baik jika dibandingkan baku mutu kualitas air PP. Nomor 82 tahun 2000 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kualitas parameter kimia air Sungai Siak diantaranya dapat dijelaskan dengan beberapa parameter kunci. Nilai pH air Sungai siak relatif rendah pada daerah bagian hulu dan cenderung meningkat padbagian tenga daerah bagian tengah hingga hilir.

Beragam aktvitas di sepanjang Daerah Aliran dan Daerah Pengaliran Sungai akan menjadi ancaman tersendiri bagi Sungai Siak. Apalagi jika aktvitas-aktivitas dimaksud dalam geraknya tanpa memperhatikan dan menghiraukan kelestarian sumberdaya untuk keselamatan lingkungan. Ada beberapa bidang kegiatan dominan yang diprakirakan dapat sebagai ancaman terhadap Sungai Siak, antara lain; pertambangan, limbah domestik, aktivitas industri, dan transportasi (Mulyadi, 2005).



DAFTAR PUSTAKA

Dinas Pekerjaan Umum 2005. Penataan Ruang Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak Provinsi Riau. (Seminar Penyelamatan dan Pelestarian DAS Siak) Pekanbaru, 6 Agustus 2005.
Pemerintah Provinsi Riau. 2006. Profil Riau.www.riau.go.id/ index. php?module=articles and funcs=display&aid=147 dikunjungi pada tanggal 18 Maret 2009
Mulyadi, A. 2005. Hidup Bersama Sungai. Kasus Provinsi Riau. Penerbit Unri Press. Pekanbaru. 136 halaman.



 

221 comments:

«Oldest   ‹Older   1 – 200 of 221   Newer›   Newest»
«Oldest ‹Older   1 – 200 of 221   Newer› Newest»
Komentar

Silahkan Tinggalkan komentar, demi memberi motivasi saya dalam mengurus blog ini. Komentar tanpa submit CAPTA,serta blog ini Dofollow...

Popular Posts