ads

Cara Pembuatan preparat histologi



Pembuatan preparat histologi

preparat histologi


  • Ikan dibedah di bagian operculum untuk diambil insang dan dibedah melalui anus ke vertebrae sampai ke belakang operkulum, lalu diambil ginjalnya untuk dijadikan sampel,

  • Insang dan ginjal ikan difiksasi dengan formalin 10% selama 24 jam, kemudian dipindahkan ke formalin 4 %

  • Setelah difiksasi, selanjutnya melakukan proses dehidrasi yaitu : insang yang telah di fiksasi dipindahkan dalam alkohol bertingkat mulai dari 70%, 80%, 90%, 96% dan absolut masing-masing selama 1 jam

  • Sampel dimasukkan dalam alkohol : xylol (1:1) selama 1 jam

  • Sampel insang dan ginjal dimasukkan dalam xylol I dan xylol II masing-masing 1 jam

  • Sampel insang dan ginjal dimasukkan dalam xylol : paraffin (1:1), paraffin I dan paraffin II masing-masing 1 jam (dilakukan dalam inkubator 60 oC),

  • Sampel ditanam dalam paraffin di kertas cetakan dan membiarkannya sampai mengeras,

  • Sampel dimasukkan di blok paraffin pada holder atau balok kayu,

  • Sampel dipotong dengan mikrotom ketebalan 6 mikron,

  • Potongan sampel ditempel pada objek glass yang telah diolesi dengan glyserin albumin,

  • Sampel dikeringkan pada oven 45 oC selama 24 jam

  • Sampel diwarnai dengan menggunakan haematoxylin dan eosin (HE). Proses pewarnaan dengan menggunakan haemotoxylin dan eosin dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Deparaffinasi dengan xylol I dan II masing-masing 2 menit
Sampel dimasukkan kedalam alkohol absolut, 96%, 90%, 80%, 70%, 35% selama 1 menit,
Sampel dimasukkan kedalam haemotoxylin selama 4 menit,
Sampel dicuci dengan air mengalir sampai jernih,
Sampel dimasukkan kedalam eosin selama lebih kurang 2 menit,
Sampel dicuci dengan air mengalir sampai jernih,
Sampel direndam dengan alkohol bertingkat 70%, 80%, 90%, absolut, xylol II dan xylol I masing-masing 20 detik,
  • Sampel ditutup dengan cover glass yang ditetesi dengan neu, 
  • Sampel dikeringkan dalam oven 45 oC selama 48 jam, diamati dan di foto dibawah mikroskop.
Parameter yang diamati adalah: lebar lamella sekunder, jarak antar lamella sekunder serta  adanya kelainan pada insang dan ginjal.

6 comments:

  1. wah, makasih mas ilmunya,,, bermanfaat nie bagi para newbie...
    keren nich artikelnya berbobot..
    keep posting sob..

    ReplyDelete
  2. Maksih mas infonya, benar benar bermanfat. setiap baca artikel di blog ini, mangkin berinvestasi ilmu samya hahaha

    ReplyDelete
  3. Terimakasih banyak gak, artikel kece ini mangkin menginvestasi ilmu saya

    ReplyDelete
  4. Terimakasih banyak gak, artikel kece ini mangkin menginvestasi ilmu saya

    ReplyDelete
  5. Thanks info nya.. Boleh di coba nih..;)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan komentar, demi memberi motivasi saya dalam mengurus blog ini. Komentar tanpa submit CAPTA,serta blog ini Dofollow...

DAFTAR ISI

Popular Posts

ARSIP

Powered by Blogger.